Selasa, Oktober 31, 2017

Oh, dasterku...

Bismillah
Bagi seorang ibu rumah tangga, sudah ga asing lagi ya dengan daster. Daster identik dengan pakaian longgar, biasanya dari bahan batik atau katun atau rayon, pokoknya bahannya enak banget deh kalau dipakai sehari-hari. Tapi, tidak bisa dipungkiri juga daster ini sering jadi kambing hitam dalam hal penampilan ibu di rumah. Tidak jarang penampilan ibu berdaster ini di kritik habis-habisan oleh penceramah, terkait penampilan istri di rumah. Kesannya dengan memakai daster, penampilan istri di rumah tidak menarik. 
Nah, sejalan dengan ini, rupanya ibu-ibu muda jaman now mulai menjalankan program anti daster. Tujuan utamanya tentu saja, berpenampilan menarik di hadapan suami di rumah. Sudah pasti ini semua kewajiban kita sebagai istri ya, berpenampilan menarik di hadapan suami. 
Masalahnya sekarang, apakah daster yang kita punya sekarang kita buang? 
Bersambung

Senin, Oktober 23, 2017

"Jannah" mu...

Hati ini suka melow deh, kalau udah ada yang bilang tentang anak, nanti begini begini lo, kasian anaknya, dll. Kalau udah denger ini, jadi besoknya ga mau kerja, pengen di rumah terus dll.
Kalau udah begini, satu-satunya cara adalah menyemangati diri sendiri. 

Setiap orang punya "jannah"nya sendiri-sendiri. Jangan pernah membandingkan dengan orang lain. Orang lain mungkin nampak lebih bahagia dengan perannya sekarang, padahal kita tidak tahu bagaimana perjuangan dia mendapatkannya.
Berjuanglah mendapatkan "jannah"mu sendiri, Bun. Sebab Allah SWT pasti akan menilai setiap jerih payahmu, setiap perjuanganmu.

Rabu, April 26, 2017

Suatu waktu

Suatu waktu, mungkin kita akan bertemu pada bebatu
Entah itu rasa pilu, atau mungkin hanya sekedar imaji yang keliru
Tapi memang itulah hidup

Suatu waktu, mungkin kita akan bertemu dengan mutiara
Senang tak terkira, sehingga membuat kita terlena
Ya, memang inilah hidup

Suatu waktu, kita harus banyak bersabar
Tatkala kita bertemu dengan masalah besar
Namun
Suatu waktu, kita harus tak henti bersyukur
Tatkala Sang Maha Pemberi, tak henti henti memberi
Maka disitulah letak jiwa kita diuji.